Senin, 01 Desember 2008
SURATAN TAKDIR DAN GAMES
Akhirnya pemahaman aku terhadap takdir tingkatan Masyi'ah dan tingkatan Khal terjawab juga, yang tadinya terasa sangat membingungkan karena aku melihat dalam kehidupan ini kita pasti menemui peristiwa dimana kita harus menentukan suatu pilihan dari arah kehidupan yang akan kita tempuh, padahal aku mendapat keterangan bahwa takdir itu sudah ditetapkan sebelum kita dilahirkan.....
Ketika aku mengamati permainan ( PC games ) yang sedang dimainkan oleh anak aku yang kebetulan jenis permainannya pertualangan dimana alur permainannya hampir sama dengan alur kehidupan bahkan ada permainan PC yang mengsimulasikan kehidupan manusia sepeti “Second Live”.
Sangatlah jelas para programer pembuat permainkan tersebut sudah menentukan alur dari permainan tersebut, begitupun juga Allah yang maha perkasa sudah menentukan setiap garis kehidupan atau takdir tiap manusia yang terlahir di dunia ini dan kita hanya menjalankan apa apa yang sudah ditetapkan oleh Nya dan menggunakan akal pikiran kita untuk menjadikan alur kehidupan kita selalu dalam bimbingan dan ridho Allah semata karena kita hanya mempunyai keinginan sementara Allah sudah merencanakan suatu ketetapan yang harus kita jalani.
Dari alur program pada permainan tersebut jelas sang programer berusaha menyajikan keanekaragaman alur cerita yang menggundang penasaran pemain untuk dapat melalui tiap level permainan, begitupun dalam kehidupan kita banyak sekali pilihan pilihan yang kita temui dimana kita harus meggunakan akal pikiran dan perasaan kita untuk memilih alur kehidupan yang diridhoi Allah,
karena kemuliaan manusia akan tercapai apabila kita menggunakan akal pikiran rasa dan perasaan yang telah Allah anugerahkan kepada kita.
Kamis, 23 Oktober 2008
EMA..........
Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya (*)
Banyak ayat ayat Al Quran dan hadist yang mengabarkan kepada kita betapa terhormatnya kedudukan seorang ibu dimata Allah dan kita sebgai anak anaknya harus berbakti dan menghormati beliau.
Pada kenyataanya kita sebagai seorang anak tidak menghiraukan bahkan tidak begitu hormat pada ibu padahal salah satu hadist memberitahukan kita jangankan melakuan perbuatan yang membuat hati ibu menjadi sakit berkata keras atau bekata “ah” saja sudah merupakan suatu dosa.
Kita sering meminta bantuan doa kepada seorang ulama atau ustadz supaya kita mendapat berkah dari Allah, tetapi kita tidak menghiraukan ibu kita padahal dari beliau lah berkah Allah mengalir.
Aku pernah mengalami suatu peristiwa yang sangat membekas dalam jiwa dan membuat aku bertanya kepada diri sendiri apakah aku sudah berbakti kepada ibu ku seperti beliau yang bukan seorang muslim.
Suatu hari di kantor tempat aku bekerja, kebetulan pada saat itu aku berada di ruangan yang bersebrangan dengan ruangan yang menjadi tempat kerja orang tua presiden direktur dan pemilik tempat aku berkerja, pada dinding partisi ruangan tersebut ada jendela kaca dimana aku dapat melihat langsung ke ruangan sebelahnya yang pada saat itu aku melihat sang ibu yang sudah sepuh sedang memarahi anaknya yang telah menjadi presiden direktur dan aku melihat sang anak memperlihatkan rasa hormat yang tinggi kepada ibunya, dan sering aku melihat pak presiden direktur melayani sang ibu dengan penuh cinta kasih...
Aku berkata dalam hati pantas Allah memberikan rahmat yang melimpah ruah kepada nya karena baktinya kepada ibunya yang tinggi......
Dari kejadian itu aku menjadi teringat pada Ibu yang aku dan saudara ku berserta anak anak kami memanggilnya Ema...
Diusia yang sudah tua ini beliau tidak mau menyusahkan anak anaknya bahkan beliau masih menyempatkan diri mengajar di sekolah yayasan yang didirikannya bersama bapak almarhum untuk anak anak kampung kami secara gratis....
Saat ini beliau tinggal seorang diri terutama pada saat malam hari, memang sih kadang kadang ada murid murid beliau yang suka menginap dirumah kami, kondisi seperti itu yang terus mengusik nurani aku ingin rasanya aku bisa menemani dan mengurus beliau.
Pernah aku mngajak beliau untuk tinggal bersama kami tetapi beliau menolak karena beliau menyukai ketenangan di kampung kami, aku berdoa kepada Allah semoga aku diberi jalan dan kesempatan supaya aku dapat melayani dan menemani Ema-ku dihari tuanya ini....
Kamis, 16 Oktober 2008
VIRTUAL BOX DI UBUNTU 8.04
Untuk mengatasi masalah itu aku mencari informasi baik itu dimedia cetak atau di dunia maya ( nanya om google ), ternyata banyak sekali program untuk membantu menjalankan aplikasi Windows di Linux yang salah satunya adalah Virtual Box yang dapat didown load dari http://www.virtualbox.org, untuk proses installasinya pun tidak lah sulit tinggal klik kanan mous pada paket programnya langsung terinstall di sistem.
Waktu pertama menjalankannya ada masalah dari drive virtual boxnya seperti ini:
The VirtualBox kernel driver is not accessible to the current user. Make sure that the user has write permissions for /dev/vboxdrv by adding them to the vboxusers groups. You will need to logout for the change to take effect..
VBox status code: -1909 (VERR_VM_DRIVER_NOT_ACCESSIBLE).
Result Code:
0x80004005
Component:
Console
Interface:
IConsole {d5a1cbda-f5d7-4824-9afe-d640c94c7dcf}
tapi itu bukanlah masalah yang besar karena dengan menjalankan perintah di terminal seperti ini :
$ sudo gedit /etc/init.d/vboxdrv
dan merubah “GROUPNAME= nama login kita” setelah di simpan jalankan lagi perintah :
$ sudo /etc/init.d/vboxdrv setup
sudah teratasi masalah tersebut, untuk berbagi data aku pakai usb flash disk ternyata ini juga ada masalah flash disk aku tidak bisa dibaca walau sudah terditek
Could not load the Host USB Proxy Service (VERR_FILE_NOT_FOUND). The service might be not installed on the host computer.
Result Code:
0x00004005
Component:
Host
Interface:
IHost {81729c26-1aec-46f5-b7c0-cc7364738fdb}
Callee:
IMachine {f95c0793-7737-49a1-85d9-6da81097173b}
Berdasarkan dari manual booknya kesalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan penambahan baris berikut :
# 85 is the USB group
none /proc/bus/usb usbfs devgid=85,devmode=664 0 0 ”
pada file fstab dengan menggunakan perintah pada terminal sebagai berikut:
$ sudo gedit /etc/fstab
juga mengganti “85” dengan kode user group kita yang dapat dilihat pada properti user and group.
Untuk saat ini aku bisa memanfaatkan Virtual Box untuk menjalankan sistem Windows-XP bajakan di linux untuk menjalankan program yang aku butuhkan, tetapi masih terasa belum sreg di hati ini karena tetap aku masih harus pake os bajakan.
Aku berharap untuk kedepannya nanti aku tidak lagi perlu menggunakan os bajakan dan aku bisa dengan nyaman menggunakan Linux di tempat kerja.