Senin, 27 Juli 2009

Mimpi Seorang Nabi Allah

Catatan dari seorang teman :

ABUL LAITS AS SAMARQANDI, di dalam Tanbihul Ghafilin menceritakan, ada nabi-nabi yang bukan rasul, menerima wahyu dalam bentuk mimpi. Seorang nabi telah bermimpi menerima perintah berbunyi: "Esok engkau keluar dari rumah waktu pagi menghala ke barat. Engkau hendaklah membuat lima perkara. Yang pertama engkau jumpa, makanlah. Kedua, engkau sembunyikan. Ketiga, engkau terimalah. Keempat, jangan putuskan harapan. Kelima, larilah daripadanya."

"makanlah akannya"
Esok harinya nabi itu pun keluar menuju ke barat. Yang pertama ditemuinya ialah sebuah bukit berwarna hitam. Dia kebingungan. "Sungguh aneh, aku diperintah memakan apa yang pertama aku temui." Dengan bertawakal kepada Allah, dia menuju ke bukit tersebut untuk memakannya. Tiba-tiba bukit itu menjadi kecil sebesar roti. Maka nabi itu pun memakannya. Rasanya sungguh manis seperti madu. Dia pun mengucap syukur kepada Allah.

"sembunyikan ia"
Selepas itu bertemu pula sebuah mangkuk emas. Lantas dia menggali lubang untuk menyembunyikannya. Apabila mau berangkat, mangkuk itu keluar lagi. Lalu di tanamkannya kembali. Tetapi ia terkeluar juga, sehingga tiga kali berturut-turut. Nabi itu berkata, "Aku telah melaksanakan perintah-Mu," sebelum meneruskan perjalanannya.

"terimalah ia"
Sejurus kemudian dia terserempak dengan seekor burung kecil dikejar seekor elang. Burung kecil itu merayu, "Wahai nabi Allah, tolonglah aku." Dia berasa simpati. Diambilnya burung itu lalu memasukkannya ke dalam bajunya.

"jangan putuskan harapan"
elang itu datang menghampirinya dan berkata, "Wahai nabi Allah. Aku sangat lapar. Aku telah mengejar burung itu sejak pagi lagi. Janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku." Teringat akan mimpinya, dia lalu memotong sedikit daging pahanya buat mengganti rezeki elang itu.

"larilah daripadanya"
Dengan pahanya yang luka, Nabi itu meneruskan perjalanan demi menunaikan perintah Allah. Sebentar kemudian, dia terlintas dengan satu bangkai yang amat busuk. Tergesa-gesa dia lari karena tidak tahan akan baunya.

Maksud di sebalik peristiwa :-
Setelah kembali, pada malam harinya nabi itu berdoa: "Ya Allah, Aku telahpun melaksanakan sepertimana yang diarahkan. Maka tolonglah jelaskan apakah ertinya semua ini."

Ketika tidur dia bermimpi lagi. Allah memberitahu:
"Yang pertama engkau makan, ialah marah. Mulanya besar, tetapi jika bersabar dan dapat mengawalnya, ia akan menjadi lebih manis daripada madu."

" Kedua , amal kebaikan , walaupun disembunyikan, ia tetap akan nampak jua."

" Ketiga , jika sudah menerima amanah , janganlah khianat kepadanya."

" Keempat , jika orang meminta padamu, usahakanlah menunaikan hajatnya meskipun engkau sendiri berhajat."

" Kelima , yang busuk itu ialah ghibah (mengumpat atau mendedah keaiban orang lain). Larilah dari mereka yang membuat ghibah."

Senin, 13 April 2009

Mengaktifkan lagi flash disk mati

Kejadian ini berawal ketika flash disk yang biasa aku bawa ketinggalan dan aku butuh flash dish itu tuk membawa data ke kantor
kebetulan di laci meja kau ada flash disk tetapi ternyata rusak tidak terbaca di system ( Ubuntu 8.10 ) padahal lednya masih nyala
aku coba cek pake perintah:
:~$ dmesg
dan ternyata menunjukan kalo flash disknya masih bisa terbaca system, infonya kayak gini kurang lebih

[ 4030.392027] usb 5-5: new high speed USB device using ehci_hcd and address 2
[ 4030.525692] usb 5-5: configuration #1 chosen from 1 choice
[ 4030.602298] usbcore: registered new interface driver libusual
[ 4030.628294] Initializing USB Mass Storage driver...
[ 4030.629613] scsi4 : SCSI emulation for USB Mass Storage devices
[ 4030.630403] usbcore: registered new interface driver usb-storage
[ 4030.631345] USB Mass Storage support registered.
[ 4030.634080] usb-storage: device found at 2
[ 4030.634087] usb-storage: waiting for device to settle before scanning
[ 4035.632206] usb-storage: device scan complete
[ 4035.632695] scsi 4:0:0:0: Direct-Access Generic USB Flash Drive 1.00 PQ: 0 ANSI: 2

aku coba pancing buka pake perintah

:~$ fdisk /dev/sdb1
Unable to open /dev/sdb1

ternyata tidak bisa dibuka
penasaran buka pake program partition editor
ternyata bisa terbaca tetapi partition tablenya rusak, aku buat partition table baru terus format lagi
dan hopla bisa dipakai lagi.....
Semoga bermanfaat

Jumat, 06 Maret 2009

Allah Allah

Allah Allah Aziz Allah

Ya Allah, saya ini hina, tidak mempunyai apa-apa. Aku adalah kesempurnaan dari ketidak berdayaan diri. Engkaulah yang maha Perkasa. Engkaulah yang Maha Suci. Mari kita hidupkan pertalian antara dua titik hamba dan Allah yang kita hidupkan dengan tulus. Itulah Islam, itulah penghambaan diri kita kepada Allah. Itu awal dari  langkah kita untuk menjemput rahmat Allah. Rahmat memang diturunkan kepada kita, seperti partikel di udara, tak terbilang, tak pernah terhenti. Begitu ada ruang kosong, masuk dia. Itulah rahmat Allah. Rahmat yang mengimplikasikan barakah ridho dan keabadian karunia di alam baqa, yang bermula dari karsa.  Karena itu kita sudah dimerdekakan oleh Allah untuk membangun sendiri karsa didalam kehidupan. Kita berada dalam jalur kehidupan yang seperti itu.

 
Allah Allah

Allah Allah Karim Allah

Oh… Allah…kehidupanku, kehidupan kami adalah suatu sense, suatu kesadaran mengenai mengenai kefakiran dan kebutuhan yang tiada pernah henti. Suatu kebutuhan belum tunai, datang kebutuhan lain. Aku dan kami tak berdaya Ya Allah. Engkau beri suatu gita dalam kehidupan kami untuk selalu butuh, padahal kami lumpuh, buntung, tidak apapun, tapi untung Engkau maha kaya dan pemurah. Engkau suruh kami untuk hidup secara baik dan benar begitu diberitahukan oleh kekasihmu Muhammad, yang selalu kami lupa. Kau suruh kami untuk menjadi baik dan benar., Kami sedang membangun keyakinan. Mana mungkin kami berjalan dengan baik dan benar bila Engkau tidak akan mencukupi kami. Yang tidak kami mintapun Engkau memberi.

 
Allah Allah Subhan Allah

Ya Allah, kami ini banyak salahnya, terus menerus berbuat salah. Maju sedikit, mandur banyak, maju sedikit, mundur lebih banyak lagi, maju sedikit  mundur lebih banyak lagi. Akhirnya kemunduran yang aku jalani.  Hakekat kehidupan kita ini adalah  suatu kemunduran yang tidak bisa dibendung. Untung Engkau Maha Suci, memberi aku, memberi kami semua suatu jalur kehidupan yang positif " Innaa sholata kaanat `alal mu'miniinaa kitaaban mauquta." Engkau jaga kami dengan periode yang begitu close circuit, keliru Engkau hadang dengan tasbih, Engkau beri, Engkau luberkan kecucianMu, Engkau ajari kami bahwa ketika Nabi Muhammad dulu lahir, terlahir didunia ini dengan karsa serta manifestasi dari rahmatMu, seluruh isi cakrawala bertasbih. Subhanallah Walhamdulillah Walaa illaahaillallah Allahu Akbar. Engkau suruh kami untuk berada dalam close circuit dikehidupan ini bernyanyi bersama malaikat untuk  meraih dan menggapai Nabi Muhammad. Maha Suci Engkau Ya Allah.


Allah Allah

Allah Allah Sulthon Allah

Engkau adalah puncak kesadaranku Ya Allah. Engkau adalah sulthan, sulthan diantara sulthan-sulthan yang ada. Abadilah Engkau di pusat kesadaranku Ya Allah, bahkan di akar kesadaranku.

Cuplikan suara Qolbu Syaikh Mustafa Mas’ud yang mengetarkan qolbuku