Saat ini sudah banyak operator seluler yang menyediakan pasilitas conecting internet dengan biaya yang terjangkau walaupun dari segi pelayanan masih banyak menuai komplain dari pemakai jasa, ya biasa pemakai inginnya murah tapi cepet yang sementara pihak operator mempunyai tujuan yang berbeda walau dalam iklannya begitu sangat menggoda................
Kebetulan saya selalu menggunakan hand phone dari type CDMA operator fren yang ahir ahir ini juga menawarkan program pasilitas internet bahkan ada bundel dengan modemnya sekalian dengan driver untuk windows, untuk modem jenis PCMA tersebut belum memberi dukungan untuk pengguna linux, setelah menghubungi operator ternyata pasilitas tersebut bisa dijalankan melalui hand phone, saya ingat kalau HP merk JTE type C300 bisa dimanpaatkan untuk modem kebetulan saya punya HP tersebut walau sudah rusak spekernya.
Saya coba hubungkan hp tersebut dengan komputer dengan kabel mini USB, oh ya OS saya Ubuntu 9.04. Cek apakah HP tersebut sudah terbaca dengan menggunakan perintah dibawah ini dengan “Terminal”
> :$ lsusb
kalo keluar data seperti ini :
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 005 Device 004: ID 05c6:3197 Qualcomm, Inc. CDMA Wireless Modem/Phone
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 004 Device 002: ID 0a48:3233 I/O Interconnect Multimedia Card Reader
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
maka HP tersebut sudah terdeteksi sebagai modem dengan kode pendor 05c6 type produk 3197 dan tinggal instal modulnya dengan menuliskan peintah pada terminal :
>:$ sudo modprobe usbserial vendor=0x05c6 product=0x3197
kemudian tinggal d cek dengan perintah
>$: dmesg
kalo keluar data seperti ini :
[ 4498.576031] usb 5-2: new full speed USB device using uhci_hcd and address 4
[ 4503.800551] usb 5-2: configuration #1 chosen from 1 choice
[ 4503.881936] USB Serial support registered for moto-modem
[ 4503.881967] moto-modem 5-2:1.0: moto-modem converter detected
[ 4503.882066] usb 5-2: moto-modem converter now attached to ttyUSB0
[ 4503.882079] moto-modem 5-2:1.1: moto-modem converter detected
[ 4503.882143] usb 5-2: moto-modem converter now attached to ttyUSB1
artinya sudah terbaca dengan baik tinggal seting dialup nya, itu tergantung anda mau pakai pasilitas yang mana, mau pakai network tool atau dari terminal, saya lebih suka pakai terminal menggunakan “wvdial”, ini yang saya lakukan:
>:$ sudo gedit /etc/wvdial.conf &
dan buat configurasi wvdialnya sebagai berikut :
[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Baud = 460800
Modem Type = USB Modem
New PPPD = yes
Modem=/dev/ttyUSB0
ISDN=0
Phone=#777
Username = m8
Password = m8
Stupid Mode = yes
simpan dan keluar
untuk menjalankannya pada terminal masukan perintah
>$: sudo wvdial
dan unutk mematikannya tekan tombol “ctrl+c”
selamat mencoba.
Semoga ini dapat bermanfaat untuk semua Amin.
Kamis, 13 Agustus 2009
Selasa, 11 Agustus 2009
Install OS dengan Flash Disk
Menginstall sistem komputer ( OS ) tanpa menggunakan optikal drive ( cd / dvd room )memang lebih merepotkan.
Ada beberapa alternatif yang dapat digunakan salah satunya dengan menggunakan flash disk, ini sangat bergna untuk pengguna komputer jing jing ( notebook ) yang tidak mempunya optikal drive.
Seperti yang pernah saya coba untuk menginstal OS Ubuntu 9.04 pada notebool Advan type A1N70T dengan menggunakan falsh disk dan berjalan sangat mudah sekali tanpa kendala sama sekali.
Dengan modal flash disk 1 GB saya membuat “USB startup disk creator” yang ada pada pasilitas Ubuntu 9.04:
>System>Administration>USB Starup Disk Creator
Sebelumnnya disiapkan dulu file iso dari Ubuntu 9.04 bisa disimpat di CD ataupun pada folder hard disk dan flash disk. Setelah tampil window untuk membuat startup disk tentukan tempat menyimpan file iso tersebut dan tekan tombol “Make Startup Disk”, tunggu beberapa saat sampai prosesnya selesai.
Langkah berikutnya merubah booting sistem pada bios notebook tersebut dan pilih untuk pilihan pertama booting dari USB-pent kemudian simpan perubahan tersebut dan keluar.
Tancapkan flash disk Startup disk tersebut dan nyalakan notebook tersebut.
Setelah masuk ke menu Ubuntu pilih install sitem dan selanjutnya tinggal mengikuti 7 langkah install sistem Ubuntu 9.04,.......dan selesai
Cek semua apa pasilitas yang ada dapat berjalan dengan baik, wifi … ok, untuk modem 3G dari produk Huwawei ga masalah terbaca dengan baik, untuk webcamp saya pakai program dari Ceese webcam yang ada pada add/remove program semua jalan …...
Semoga bermanfaat untuk semua Amin........
Ada beberapa alternatif yang dapat digunakan salah satunya dengan menggunakan flash disk, ini sangat bergna untuk pengguna komputer jing jing ( notebook ) yang tidak mempunya optikal drive.
Seperti yang pernah saya coba untuk menginstal OS Ubuntu 9.04 pada notebool Advan type A1N70T dengan menggunakan falsh disk dan berjalan sangat mudah sekali tanpa kendala sama sekali.
Dengan modal flash disk 1 GB saya membuat “USB startup disk creator” yang ada pada pasilitas Ubuntu 9.04:
>System>Administration>USB Starup Disk Creator
Sebelumnnya disiapkan dulu file iso dari Ubuntu 9.04 bisa disimpat di CD ataupun pada folder hard disk dan flash disk. Setelah tampil window untuk membuat startup disk tentukan tempat menyimpan file iso tersebut dan tekan tombol “Make Startup Disk”, tunggu beberapa saat sampai prosesnya selesai.
Langkah berikutnya merubah booting sistem pada bios notebook tersebut dan pilih untuk pilihan pertama booting dari USB-pent kemudian simpan perubahan tersebut dan keluar.
Tancapkan flash disk Startup disk tersebut dan nyalakan notebook tersebut.
Setelah masuk ke menu Ubuntu pilih install sitem dan selanjutnya tinggal mengikuti 7 langkah install sistem Ubuntu 9.04,.......dan selesai
Cek semua apa pasilitas yang ada dapat berjalan dengan baik, wifi … ok, untuk modem 3G dari produk Huwawei ga masalah terbaca dengan baik, untuk webcamp saya pakai program dari Ceese webcam yang ada pada add/remove program semua jalan …...
Semoga bermanfaat untuk semua Amin........
Senin, 27 Juli 2009
Harga segelas susu
Catatan dari sahabat ku :
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?” Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan” kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata: “Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.”
Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu.
Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan… Wanita itu sembuh!! Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu”, tertanda, DR Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”
-------------------------------------------------0000000000-------------------------
Jejak Kaki Diriku dan Tuhanku
Suatu malam seorang pemuda bermimpi. Dia bermimpi berjalan bersama Tuhan di sepanjang pantai. Ketika memandang ke langit, pemuda tersebut melihat tampilan perjalanan hidupnya. Setiap tampilan ia melihat ada dua pasang jejak kaki di pasir: satu adalah jejaknya, dan jejak lainnya adalah jejak Tuhan.
Ketika saat-saat terakhir kehidupannya tampil di hadapannya, dia melihat kembali jejak kaki yang ada di pasir. Dia menyadari bahwa beberapa bagiaan waktu dalam hidupnya hanya terdapat satu pasang jejak kaki. Dia juga menyadari bahwa hal itu terjadi ketika saat-saat paling buruk dan bermasalah dalam hidupnya.
Hal ini menggangu pikirannya dan ia bertanya kepada Tuhan tentang hal tersebut:
“Tuhan, Engkau mengatakan bahwa ketika aku memutuskan untuk mengikutimu, Kau selalu berjalan bersamaku sepanjang waktu. Tetapi aku menyadari bahwa selama masa dimana hidupku penuh dengan masalah dan penderitaan, di sana hanya terdapat satu jejak kaki. Aku tidak mengerti kenapa ketika saat-saat dimana aku membutuhkan Mu Engkau malah meninggalkanku.”
Tuhan menjawab: “Anakku yang aku sayangi, Aku mencintaimu dan Aku tidak pernah meninggalkanmu. Selama masa ujian dan penderitaan, ketika kau hanya melihat sepasang jejak kaki, saat itu Aku memikulmu.”
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?” Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan” kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata: “Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.”
Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu.
Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan… Wanita itu sembuh!! Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu”, tertanda, DR Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”
-------------------------------------------------0000000000-------------------------
Jejak Kaki Diriku dan Tuhanku
Suatu malam seorang pemuda bermimpi. Dia bermimpi berjalan bersama Tuhan di sepanjang pantai. Ketika memandang ke langit, pemuda tersebut melihat tampilan perjalanan hidupnya. Setiap tampilan ia melihat ada dua pasang jejak kaki di pasir: satu adalah jejaknya, dan jejak lainnya adalah jejak Tuhan.
Ketika saat-saat terakhir kehidupannya tampil di hadapannya, dia melihat kembali jejak kaki yang ada di pasir. Dia menyadari bahwa beberapa bagiaan waktu dalam hidupnya hanya terdapat satu pasang jejak kaki. Dia juga menyadari bahwa hal itu terjadi ketika saat-saat paling buruk dan bermasalah dalam hidupnya.
Hal ini menggangu pikirannya dan ia bertanya kepada Tuhan tentang hal tersebut:
“Tuhan, Engkau mengatakan bahwa ketika aku memutuskan untuk mengikutimu, Kau selalu berjalan bersamaku sepanjang waktu. Tetapi aku menyadari bahwa selama masa dimana hidupku penuh dengan masalah dan penderitaan, di sana hanya terdapat satu jejak kaki. Aku tidak mengerti kenapa ketika saat-saat dimana aku membutuhkan Mu Engkau malah meninggalkanku.”
Tuhan menjawab: “Anakku yang aku sayangi, Aku mencintaimu dan Aku tidak pernah meninggalkanmu. Selama masa ujian dan penderitaan, ketika kau hanya melihat sepasang jejak kaki, saat itu Aku memikulmu.”
Langganan:
Postingan (Atom)